Kamis, 03 Juni 2010

Sepeda kayuh >> Sepeda Motor

Cikal bakal WARABAL yang ada kini adalah berasal dari sepada kayu. sepeda merah berkeranjang depan dan belakang. Berkeliling kampung untuk menawarkan bahan bahan bacaan kepada anak, sambil berdagang jamu. Alhamdulilah, Puji tuhan kini WARABAL yang telah dirintis sekitar 14 tahun sudah memiliki ruangan seluas 45 m2 dengan koleksi buku sekitar 7300 eksemplar.
Namun tujuan awal untuk ekspansi literasi tidak berhenti setelah memiliki bangunan tersebut, kini Kiswanti yang merasa sudah tidak memungkinkan untuk berkeliling seperti dulu telah memberi tongkat estafet kepada para relawan di Taman Baca WARABAL. Dengan bantuan sepeda motor beserta BOOK BOX nya, kini relawan tersebut bisa dengan mudah dan menjangkau lebih jauh para pemustaka di Daerah Parung.
Sekali lagi, WARABAL membuktikan, minat baca masyarakat tidaklah minim untuk membaca,, fasilitas dan sarana lah yang kurang untuk akses tersebut.
dan saya yakin teman - teman disana pun setuju, ( he ).

Senin, 01 Februari 2010

Berbuat baik hanya hari ini, kemarin sudah lalu, esok kita tak tahu.

Bermula

Kegiatan yang kini ada di Taman Baca WARABAL bermula dari satu kegiatan, yaitu membaca. berawal dari tidak memiliki ruangan khusus, anak - anak satu persatu dengan membuka buku bacaan. beberapa kali mengadakan acara kecil - kecilan untuk anak seperti mendongeng dan menggambar. tiap minggu pengunjung bertambah terus , hingga pada hari minggu anak - anak banyak yang bermain dan berkunjug di WARABAL , dan kemudian diadakanlah kegiatan - kegiatan anak yang dilakukan setiap hari minggu dengan tema yang berbeda pada setiap pertemuannya.
Kegiatan di WARABAL ternyata membuat anak betah dan asyik dalam belajar. hampir pengunjung di hari minggu tidak pernah surut dan begitu antusias. saat masih di teras kegiatan - kegiatan masih dikembangankan menggunakan area luar ruangan.
tema belajar di hari Minggu:
1. Minggu 1: Mendongeng
2. Minggu 2: Menggambar dan mendiskripsikan gambar
3. Minggu 3: Observasi Lingkungan
4. Minggu 4: Olahraga

dengan serba keterbatasan dan peserta yang tanpa di pungut biaya apapun kami terus berinovasi dengan keterbatasan yang ada dan berusaha keterbatasan sebagai pemacu kreatifitas.

memiliki ruangan, merupakan mimpi kami. dan ini terwujud atas dukungan berbagai pihak di dalamnya. dalam "pengisian ruang" di taman baca WARABAL masyakat juga menyambut positif dan banyak memberi masukan - masukan untuk kegiatan selanjutnya. kegiatan yang pertama kali di usulkan dan terealisasikan yaitu Pendidikan Anak Usia Dini. sekolah alternatif tadi TK ini bertujuan untuk tempat belajar bagi anak - anak Pra-SD. 2 bulan kemudian mendaftarkan sebagai PAUD di Dinas pendidikan, dan menjadikan Taman Baca WARABAL menjadi yang pertama kali menyelenggarakan PAUD di Desa Pemagarsari.




@afief

Minggu, 31 Januari 2010

Mengawali langkah Taman Bacaan WARABAL


Yang lalu bukanlah kenangan, tapi awal langkah,
Bangunan yang saat ini ada di Taman Baca WARABAL bukan serta merta (baca: tumpek blek) menjadi bangunan. banyak proses panjang untuk "membangun" semua.
1997, Kiswanti yang berprofesi ibu rumah tanggga mengawali pada tahun tersebut untuk sebuah gerakan menularkan gemar membaca. sepeda merah yang di depan dan belakangnya terdapat keranjang ia isi dengan Jamu dan Buku. "Jamu jamu, buku baca buku". selain ia berkeliling berjualan jamu kunyit asem, ia juga menawarkan beberapa buku pada warga yang sedang berkumpul, bermain atau sedang melihat bawaan jamu. Gemar membaca memang tidak hanya di kampanyekan tapi "jemput bola" pun dilakukan untuk itu. ini yang membuat Kiswanti bergerak

2002, Setelah ia rasa berkeliling banyak orang yang tahu, kini ia beranikan membuka sebuah taman bacaan di teras rumahnya yang mempunyai luas 9 m2. koleksi buku berjumlah 120 eksemplar dari berbagai macam ia menata buku - buku di rak tersebut dengan per kategori. koleksi pribadi yang ia displaykan kebanyakan buku tentang keterampilan dan buku anak. selain mendisplay buku ia juga aktif "menunutun" pembaca jika ada pertanyaan - pertanyaan. Kegaitan taman bacaan juga dikembangakan, dari kegiatan anak - anak seperti mendongeng, Menggambar, observasi lingkungan dll.

2008, tanah seluas 90 m2 dibangun untuk Taman Baca WARABAL. buku yang semakin bertambah kini mulai ditata kembali ke dalam ruangan. Kegiatan - kegiatan yang dulunya bersifat out dor yang memiliki keterbatasan ruangan , kini dengan ruangan anak - anak , orang dewasa bisa berkunjung ke WARABAL dan bisa lebih mengembangkan kegiatan masyarakat sekitar dari WARABAL.
@afief